Halaman

Senin, 23 Juli 2012

BEDAKAN STEROID DENGAN SUPLEMEN

BEDAKAN STEROID DENGAN SUPLEMEN
Seiring perkembangan zaman dan ilmu marketing, batas pembeda antara suplemen dan drugs semakin samar. Misalnya untuk terdengar agar memiliki dampak pertumbuhan otot secepat drugs, suplemen sudah mulai diberi nama mirip dengan drugs yang populer atau diberikan imbuhan kata-kata yang mensugestikan pertumbuhan otot yang cepat, seperti kata-kata: -bolic, -sterone, ana-, -sterol, -bolin, dan lain-lain. Atau menciptakan kategori baru dengan istilah “prohormon” ataupun “prosteroid” atau “proanabolic”.

Upaya tersebut sah saja karena produsen memiliki definisi jelas akan target pasar mereka di negara asalnya (yang sudah teredukasi baik dengan latar budaya yang berbeda). Lalu bagaimana pula dengan fitnesmania yang ingin menggunakan suplemen tetapi memiliki tingkat edukasi fitness dan budaya pasar yang berbeda dari tempat produk tersebut berasal?
Berikut ini adalah panduannya:
  1. Pelajari kandungan suplemen
    Suplemen dengan kandungan protein, asam-amino, vitamin, mineral, creatine, beta-alanine, zinc-magnesium aspartate, atau herbal seperti tribulus, avena sativa, yohimbe, longifolia…termasuk dalam kategori kandungan yang natural dan aman untuk dikonsumsi.
  2. Bersikaplah ekstra hati-hati dengan nama kimiawi yang panjang dan aneh
    Terkadang nama aneh tersebut hanyalah nama kimiawi dari sebuah kandungan dalam herbal atau sumber alami, tetapi dirasakan akan lebih keren apabila menggunakan nama kimiawinya karena biasanya hal tersebutlah yang diinginkan konsumen. Namun, karena keterbatasan pengetahuan kita akan nama-nama tersebut, sebaiknya mengambil sikap waspada.
  3. Bersikap jujur pada diri sendiri
    Apakah saya benar-benar membutuhkan produk ini? Apakah produk ini elemen utama dalam kemajuan fitness saya? Apakah saya akan tersugesti untuk tergantung pada produk ini? Apakah saya sudah benar-benar menerapkan teknik latihan yang benar? Apakah tehnik latihan yang benar tersebut diterapkan dalam program yang tepat? Apakah pola makan (pilihan sumber, kedisiplinan timing, cara penyajian, jumlah) saya sejujurnya sudah 100% seperti yang saya harapkan? Apakah setelah 100%, masih bisa ditingkatkan lagi penerapannya ke standar yang lebih tinggi? Bagaimana dengan istirahat saya? Apakah kualitas dan kuantitasnya sudah masuk dalam 100% kontrol saya untuk pertumbuhan yang optimal?
Ketiga langkah tersebut tampak sederhana, namun merupakan elemen esensial untuk menjaga keselarasan tujuan dan usaha kita dalam pola hidup sehat yang natural. Ingatlah untuk selalu memiliki sikap yang mandiri dan bertanggungjawab dalam fitness, bahwa kita hanya tergantung pada kedisiplinan dan kewaspadaan diri kita sendiri, dan apapun pilihan kita pertimbangkanlah orang-orang yang kita sayangi. Stay strong!

INGAT ! CARI EFEK [OSITIG, JANGAN EFEK NEGATIF !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar